Jalin Kerja sama Yayasan PGRI Majalengka

Cirebon, 21 maret 2018 lkp Pariwisata Prima jalin kerja sama dengn Yayasan PGRI Majalengka, karena dengan dibngunnya bandara internasional jawa barat (BIJB). Agar masyarakat sekitar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Maka dari itu Yayasan pariwisata prima dengan yayasan PGRI majalengka melakukan penandatangan MOU (Memorandum of Understanding) dalam rangka menjalin kerjasama untuk mengembangkan kualitas di bidang pariwisata terutama bidang perhotelan, untuk itu siswa siswi PGRI majalengka sangat tertarik ingin mengikuti program perhotelan Di bidang kuliah jangka waktu pendek yaitu LKP pariwisata prima, yang PKL atau Prakteknya bisa ke tiga Negara yaitu Indonesia, malaysia, dan Thailand.

Penandatanganan MoU di ruang Yayasan LKP Pariwisata Prima,

Direktur LKP pariwisata prima H Riyanto Wibowo, SST., M.Si mengungkap LKP pariwisata prima merupakan solusi bagi masyarakat yang memerlukan pendidikan berkualitas dengan waktu dan biaya yang lebih murah. Kepala SMK Pariwisata PGRI Majalengka Dedi Rohendi SPd menjelaskan , kerjasama tersebut dalam rangka mennyongsong Majalengka sebagai kota pariwisata, Melalui kerjasama dengan yayasan PGRI Majalengka, nantinya ada sekitar 100 siswa siswi yang akan mengikuti program LKP pariwisata prima yang berada di JL perjuangan no 18. (ruk)

Pelatihan Simulasi Kebakaran

Penjelasan sebelum simulasi kebakaran di mulai

Cirebon, 16 maret 2018 – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon melaksanakan simulasi dadakan penanggulangan kebakaran d Yayasan LKP Pariwisata Prima JLn Perjuangan nomer 18 Cirebon, Jumat, 16 Maret 2018 Pagi. Simulasi ini untuk menguji kesiapsiagaan Staf dan karyawan serta Mahasiswanya jika terjadi kebakaran.

Kepala DPKP Kota Cirebon, Bapak Sunaedi menyampaikan, menurutnya simulasi dadakan itu mereka laksanakan Tujuannya, kita ingin melihat sejauh mana tingkat kesiapan dan kesiapsiagaan Staf, Karyawan serta Mahsiswanya ketika menghadapi bila sewaktu-waktu terjadi bencana kebakaran.

Koordinator pelaksana yang juga Kabid Akademik Bapak Sudiyana Wahyudi menyampaikan Pencegahan dan Kesiap siagaan DPKP sangat diperlukan, dengan memberikan pelatihan minimalnya setahun sekali agar merefreshmen/ mengingatkan kembali bagaimana cara dan penggunaan alat-alat pemadamnya.

Sekuriti simulasi pemadaman api

Kota Cirebon, menjelaskan simulasi itu dimaksudkan melihat kesiapsiagaan dan kepedulian sesama, saat terjadi bencana. “Simulasi itu, telah disusun sedemikian rupa dan diciptakan seperti sungguhan yang dimulai dari kemunculan asap disambut api d halaman kampus. Kita ingin melihat kepekaan seseorang itu seperti apa, baik kesiapsiagaannya saat bencana serta kepeduliannya terhadap sesama (ruk)